Bilik Banggani

Dear Book: Please kill le badnews et sinetron

“Kenapa aku nonton TV? Apa tujuanku nonton TV?”

     Pernahkah pertanyaan semacam itu terpikir di benak kamu? Kalau tidak, sebaiknya kamu mulai bertanya pada dirimu sendiri, karena alasan untuk menonton atau tidak menonton TV adalah satu hal yang penting hari ini. Hal itu membuat banyak perbedaan.

     Udah beberapa kali aku bertanya (secara lisan) pada diri sendiri tentang apa tujuanku nonton TV. Remeh temeh semacam ini sangat membantu untuk menentukan bagaimana interaksi kita terhadap televisi.

       Dari hasil googling , berikut adalah beberapa alasan mengapa kita menonton TV. Semoga dapat membantu menjawab “kenapa aku nonton TV”

- Relaksasi, istirahat yang menyenangkan

- Teman di saat kesepian

- Sebuah kebiasaan

- Menghabiskan waktu, mencari kesibukan

- Hiburan murah meriah

- Interaksi sosial, nonton bareng keluarga atau teman

- Mencari informasi

- Membangkitkan semangat

- Melarikan diri dari kewajiban

     Dengan mengetahui tujuan kamu menonton TV, kamu dapat mengetahui interaksimu terhadap TV. Yang selanjutnya kamu dapat mebuat aturan menonton TV sehingga penggunaan waktumu menjadi optimal.

       Karena di antara program program televisi (kalau dalam istilahku) ada monster monster jahat yang buas. Yang saya anggap sebagai monster menakutkan adalah Sinetron, infotainment dan badnews.

sinetron infotainment badnews

     Sinetron. Ya ampun (kalo ada yang penyuka sinetron saya permisi minta maaf) buang buang waktu aja deh nonton sinetron. Karena begini, menonton sinetron itu butuh waktu yang panjang. Bayangkan, apa sih yang kamu dapat kalau hanya nonton satu episode? Mungkin kamu dapat tangisan dan kelemah letoyan Naisyila Mirdad(jaman dulu) atau tingkah polah Nikita Willy menghadapi ayah ibu yang tertukar tukar dan mati hidup lagi.

       Bahkan satu stasiun swasta punya MEGASINETRON! Silakan anda cari tahu sendiri apa itu MEGASINETRON

     Infotainment. Menurut aku mereka menginformasikan (aku bahkan ragu untuk menggunakan kata memberikan informasi) kabar burung bahkan kadang aib mengenai kehidupan pribadi selebriti secara kontinyu

       Badnews. Ya, berita di televis sering mengekspos berita berita buruk yang dapat memicu emosi dan memupuskan optimisme. Tak jarang kabar buruk yang cukup menjadi konsumsi masyarakat daerah, sering dinasionalisasikan sehingga kurang bermanfaat dan berdampak positif. Memang dalam menanggapi badnews sebagian orang dapat mengambil pelajaran darinya. Tapi jelas kita butuh goodnews yang dapat membangkitkan semangat dalam menjalani hari.

      Terakhir, dari pada menghabiskan untuk tujuan yang tidak jelas. Lebih baik baca buku ! karena membaca adalah keterampilan hidup yang begitu penting. Membaca sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan. Ayo jadikan membaca buku sebagai rutinitas.

       *Buku yang sedang saya baca: Eating Animal – Jonathan Safran Foer. Buku bagus yang menurut saya harus kalian baca!

Eating animals

Advertisement
This entry was published on May 25, 2011 at 10:29 pm and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Dear Book: Please kill le badnews et sinetron

  1. lho, ghan, ternyata kamu masih aktif ngeblog to? Ria juga ya…
    bener tu ghan, setuju ma kamu, kalo aku mending browsing ma jalan2. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.